Ayam KUB adalah singkatan dari Ayam Kampung Unggul
Balitbangtan, yaitu galur ayam kampung hasil pemuliaan genetik oleh Balai
Penelitian Dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang unggul karena
produktivitas telurnya lebih tinggi (160-180 butir/tahun) dan lebih cepat
bertelur (usia 20-22 minggu) dibandingkan ayam kampung biasa, dengan
pertumbuhan daging yang cepat dan tetap mempertahankan karakteristik ayam
kampung, menjadikannya pilihan ideal untuk peternakan komersial.
Meskipun KUB ini tampilannya hampir menyerupai ayam kampung
yang sering Anda temui, tapi ayam jenis ini memiliki ciri-ciri khas. Ciri-ciri
ayam KUB adalah sebagai berikut:
- Warna bulu bisa bervariasi, seperti ayam kampung pada umumnya
- Memiliki bulu yang lebih tebal jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa
- Ketika berumur kurang dari 1 bulan, warna mata cenderung gelap
- Jenggernya tunggal dan berbentuk gerigi (jengger wilah)
- Warna kaki dapat beragam, seperti kuning, kehijauan dan kehitaman. Namun, kebanyakan berwarna gelap.
Mungkin Anda penasaran, sebenarnya dari mana asal dari KUB
ini?
Lalu, apakah ayam KUB sama dengan ayam kampung?
Penelitian dan pengembangan ayam ini sendiri mulai berjalan
sejak tahun 1997 di Ciawi Bogor. Pada saat itu, Balitbangtan Ciawi ini melakukan
inisiatif untuk riset pembibitan ayam kampung dengan mencoba mengawinkan
beberapa induk ayam kampung yang datang dari berbagai wilayah Jawa Barat.
Sebelum ayam-ayam kampung menjalani seleksi, maka para peneliti mempelajari terlebih dahulu karakteristiknya untuk bisa mengenali bagaimana produktivitas dari ayam kampung itu sendiri. Dengan melakukan penelitian, maka Balitbangtan Ciawi bisa mengetahui ayam mana yang sesuai dengan kriteria dan melakukan perbaikan mutu.
Dari proses riset dan penelitian inilah ayam jenis ini
muncul dan dihasilkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa ayam KUB berasal dari
persilangan sesama ayam kampung.
KUB menjadi salah satu kategori ayam kampung yang unggul di Indonesia, sehingga prospek dan pangsa pasarnya terbilang bagus. Jenis ayam satu ini bermanfaat sebagai pedaging atau petelur karena memiliki banyak sekali keunggulan.
Beberapa kelebihan dari ayam KUB adalah :
KUB ternyata adalah jenis ayam yang memiliki pertumbuhan
sangat cepat jika Anda membandingkannya dengan ayam kampung biasa.
Hal ini terlihat dari pertumbuhan bobotnya, di usia 10
minggu ayam satu ini bisa memiliki bobot
hingga 1 kg. Tentu saja bobot tersebut berbeda dengan ayam kampung biasa
yang baru bisa mencapai bobot 1 kg di usia 12 minggu.
Oleh karenanya, masa panen ayam ini dapat Anda lakukan mulai
dari minggu ke 10 dengan bobot panen 0,8 – 1 kilogram per ekor. Ditambah lagi,
kualitas daging ayam ini tidak kalah bagus dengan daging ayam kampung biasa.
Pada usia 20 minggu, ayam KUB jantan rata-rata bisa memiliki bobot 1,6 kg, sedangkan yang betina bisa memiliki bobot 1,2 kg.
Sedangkan untuk bertelur, ayam KUB bisa mulai bertelur sejak usia 20-22 minggu. Ini lebih cepat dibanding ayam pada umumnya yang bertelur mulai usia 22-24 minggu.
2. Harga Jual Daging yang Mahal
Selain produktivitasnya yang tinggi, harga daging ayam ini juga mahal dan memiliki rasa yang gurih, sama seperti ayam kampung pada umumnya. Oleh karena itu, banyak penikmat kuliner yang lebih menyukai daging ayam ini.
Tidak heran harga daging ayam ini lebih tinggi daripada
daging ayam broiler.
3. Produksi Telur yang Tinggi
Berbeda dengan jenis ayam kampung biasa, ayam KUB ini bisa menghasilkan telur lebih banyak. Setiap tahunnya, KUB bisa memproduksi telur hingga 180 butir! Sementara ayam kampung yang biasa umumnya hanya menghasilkan sekitar 60-140 butir saja setiap tahunnya.
Ayam ini umumnya menghasilkan telur denganberat 36-45 gram
per butirnya, tidak berbeda jauh dengan telur ayam kampung pada umumnya.
4. Sifat Mengeram yang Rendah
Produksi telur yang tinggi ini didukung oleh sifat mengeram yang sangat rendah jika dibandingkan dengan ayam kampung yang biasa. Oleh karenanya, ayam KUB tidak banyak mengeram dan bisa lebih produktif untuk hasilkan telur.
Selain itu, ayam ini sudah mulai bertelur sejak umur 20-22 minggu. Sedikit lebih cepat dari pada ayam kampung biasa yang bertelur mulai pada 20-24 minggu. Oleh karena itu, ayam ini membutuhkan asupan protein dan kalsium yang lebih banyak untuk menunjang produksi telurnya.
5. Daya Tetas Telur yang Tinggi
Meski ayam ini memiliki sifat mengeram yang rendah, namun
daya tetas telurnya terbilang unggul jika dibandingkan dengan ayam kampung
biasa. Daya tetas telur ayam ini dapat mencapai 85%, sedangkan daya tetas telur
ayam kampung biasa adalah 79%-84%.
6. Konsumsi Pakan yang Sedikit
KUB ternyata punya konversi pakan yang rendah yaitu sekitar 3,8 kg saja untuk menghasilkan 1 kilogram telur. Nah, dengan konversi pakan yang rendah ini maka akan membuat peternak lebih berhemat dan tidak membutuhkan banyak biaya untuk anggaran pakan.
7. Tahan Dengan Serangan Penyakit
KUB memiliki susunan genetik yang kuat dan membuatnya tahan
pada serangan berbagai jenis penyakit. Bahkan, jenis ayam satu ini juga
memiliki daya tahan yang bagus pada serangan flu burung. Anda yang sedang
mencari ayam dengan ketahanan tubuh bagus, maka bisa ternak ayam jenis ini.
8. Tingkat Kematian yang Rendah
Ayam KUB memiliki tingkat kematian yang rendah terutama pada
usia dibawah 6 minggu, yaitu di bawah 5%. Angka ini sangat kecil jika
dibandingkan dengan tingkat kematian ayam kampung biasa yang mencapai 27%.
Jenis Ayam KUB juga dibudidayakan di "SENGKUNI FARM" yang merupakan mitra Bumdesa Tirta Aji Kejawang. (aan)

0 Komentar